to astalog

DEVIDEN SEBAGAI PENARIK INVESTASI

KEBIJAKAN DEVIDEN

Dalam beberapa tahun terakhir para analis dan ekonomi tertarik dengan interaksi antara deviden,pendapatan dan nilai dari perusahaan. Pertanyaannya, apakah perusahaan membayarkan deviden sesui dengan nilai pasar? Jawabannya “ya”.
Perusahaan menghadapi determinasi pasar diakibatkan oleh biaya modal dan kebijakan keputusan yang terlalu banyak dalam investasi. Sebelum membayar deviden mereka menghitung tingkat pengembalian modal sebagai akibat dari investasi yang nilainya hamper sama dengan dana alokasi operasi. Pemegang saham yang menenpatkan dananya dalam pasar modal mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi. Transaksi keuangan, yang termasuk didalamnya pembayaran deviden ditambah nilai (asumsi) semua perdagangan dalam pasar modal adalah sama dengan yang diinformasikan/disajikan dalam laporan keuangan perusahaan.
Diasumsikan bahwa manager memiliki informasi lebih daripada pemilik modal sebagai orang yang mengetahui profitabilitas perusahaan, maka akses terhadap sumber informasi yang diperoleh harus kredibel karena yang menjadi taruhannya adalah reputasi manager tersebut yang mungkin mempengaruhi tingkat pendapatan perusahaan dimasa yang akan datang.
Deviden, valuasi perusahaan adalah termasuk biaya modal, hipotesa pasar efisien, dan pada beberapa studi serta model pasar,capital asset priceing model,arbitrage pricing teori dan nilai kemungkinan adalah semua stduti yang didasarkan pada pasar modal pada pendekatan akuntansi.
Kemempuan memprediksi alternatif akuntansi yang mungkin saja dapat menjadi konstruksi dalam mengevaluasi beberapa peristiwa-peristiwa penting yang munngkin saja memiliki tingkat kesulitan sehingga harus dievaluasi berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum (GAAP) harus diterapkan.
Untuk menguatkan analisis, maka pendapatan harus memenuhi karakteristik dibawah ini :
1.Konsisten, konserfative, dan keyakinan akan kebijakan akuntansi.
2.Setelah pajak penghasilan dibayarkan dan alokasinya diambil dari alokasi usaha perusahaan.
3.Tingkat pendapatan bersih, dan pertumbuhan pendapatan, tidak didapatkan dari kebijakan pajak.
4.Tingkat hutang dan struktur modal harus bisa dimanipulasi untuk menciptakan keuntungan.
5.Prediksi pendapatan yang tidak sesuai dengan pertumbuhan dari nilai tukar ataupun pergerakan harga yang tidak masuk akal.
6.Pendapatan harus stabil dan dapat diprediksi.
dari banyak kasus yang berkembang, terlihat nyata deviden sebagai salah satu faktor yang membuat saham suatu perusahaan diburu untuk dikoleksi sebagai aset dalam mendulang kekayaan dimasa depan

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlogMemes
  • Fleck
  • Furl
  • Segnalo
  • Smarking
  • Wikio IT

7 Comments

  1. Kelly Brown says:

    Hi, very nice post. I have been wonder’n bout this issue,so thanks for posting

  2. spermagaul says:

    thank’s for your comment, describe to me wich one you wonder’n …… thank’s

  3. JaneRadriges says:

    The article is usefull for me. I’ll be coming back to your blog.

  4. GarykPatton says:

    I think I will try to recommend this post to my friends and family, cuz it’s really helpful.

  5. CrisBetewsky says:

    Some of us even don’t realize the importance of this information. What a pity.

  6. CrisBetewsky says:

    Hello! Thanks for the post. It is really amazing! I will definitely share it with my friends.

  7. How soon will you update your blog? I’m interested in reading some more information on this issue.

Leave a Reply

Powered by WP Hashcash